Showing posts with label Agama. Show all posts
Showing posts with label Agama. Show all posts

Saturday, 17 February 2018

Rencana : Peraturan Baru Menteri Agama Tentang Potongan Zakat ASN Muslim Tidak Wajib

JAKARTA, - Pemerintah berencana menerbitkan regulasi tentang optimalisasi penghimpunan zakat Aparatur Sipil Negara (ASN) Muslim.

Aturan itu diklaim hanya akan memfasilitasi para ASN untuk menunaikan zakat sebagaimana ajaran agama dan bukan wajib untuk dipotong oleh negara.
 
INDAHNYA BERBAGI
Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin
"Perlu digarisbawahi, tidak ada kata kewajiban. Yang ada, pemerintah memfasilitasi, khususnya ASN muslim untuk menunaikan kewajibannya berzakat. Zakat adalah kewajiban agama," kata Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dalam keterangannya, Rabu (7/2/2018).

Menurut Lukman, sejak dulu, pemerintah telah ikut memfasilitasi pelayanan kebutuhan pengamalan ajaran agama. Pelaksanaan ibadah haji misalnya, negara ikut memfasilitasi.

Dalam hal puasa, negara juga memfasilitasi warganya untuk tahu kapan memulai dan mengakhirinya yang diputuskan melalui sidang itsbat.

"Demikian halnya dengan zakat. Yang mewajibkan adalah agama. Pemerintah memfasilitasi umat muslim untuk berzakat. Dalam konteks ini, negara ingin memfasilitasi ASN Muslim untuk menunaikan kewajibannya," ujar Lukman.

Lukman menerangkan, ada dua prinsip dasar dari rancangan regulasi ini. Pertama, difasilitasi negara sehingga tidak ada kewajiban, apalagi paksaan.

"Bagi ASN muslim yang keberatan gaji nya disisipkan sebagai zakat, bisa menyatakan keberatannya. Sebagaimana ASN yang akan disisipkan penghasilannya sebagai zakat, juga harus menyatakan kesediaannya,” tutur dia.

“Jadi ada akad. Tidak serta merta pemerintah memotong atau menghimpun zakatnya,” lanjut Lukman.

Kedua, kebijakan ini hanya berlaku bagi ASN muslim. Sebab, Pemerintah perlu memfasilitasi ASN muslim untuk menunaikan kewajibannya.

Kewajiban itu kata Lukman tentunya bagi ASN Muslim yang pendapatannya sudah mencapai nishab atau batas minimal penghasilan yang wajib dibayarkan zakatnya.

“Mereka yang penghasilannya tidak sampai nishab, tidak wajib berzakat. Jadi ada batas minimal penghasilan yang menjadi tolak ukur. Artinya ini juga tidak berlaku bagi seluruh ASN muslim,” kata dia.

Dana zakat nantinya akan dihimpun oleh Badan Amil Zakat Nasional ( BAZNAS) dan Lembaga Amil Zakat (LAZ) yang didirikan oleh ormas Islam dan kalangan profesional lainnya. Potensinya sekitar Rp10 triliun.

Zakat yang dihimpun nantinya akan digunakan untuk kemaslahatan masyarakat, baik untuk pendidikan, pesantren, madrasah, sekolah, beasiswa, rumah sakit, ekonomi umat, termasuk untuk membantu masyarakat yang mengalami musibah bencana.

“Ini seperti yang selama ini sudah dilakukan BAZNAS dan LAZ,” tutur Lukman.
BAZNAS dan LAZ setiap tahun akan diaudit oleh akuntan publik. Secara periodik laporan audit itu akan disampaikan ke publik tentang progres penghimpunan dan pendayagunaan zakat tersebut.

"Ini juga terkait trust atau kepercayaan,” ungkap dia.

Fasilitasi zakat, kata Lukman, sebenarnya bukan hal baru. Sebab, Indonesia sudah memiliki UU Nomor 23 tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat.

Dari UU itu, lahir Peraturan Pemerintah Nomor 14 tahun 2014 tentang pelaksanaan UU 23 tahun 2014. Lalu ada Instruksi Presiden No 3 tahun 2014 tentang Optimalisasi Pengumpulan Zakat Di Kementerian/Lembaga, Sekretariat Jenderal Lembaga Negara, Sekretariat Jenderal Komisi Negara, Pemerintah Daerah, Badan Usaha Milik Negara, Badan Usaha Milik Daerah Melalui Badan Amil Zakat Nasional.

Lainnya yakni Peraturan Menteri Agama Nomor 52 tahun 2014 tentang Syarat dan Tata Cara Penghitungan Zakat Mal dan Zakat Fitrah serta Pendayagunaan Zakat Untuk Usaha Produktif.

“Jadi apa yang sedang kami persiapkan bukan barang baru. Ini upaya untuk lebih mengaktualisasikan potensi besar dana zakat ASN muslim,” terang Lukman.


Lukman pun menegaskan bahwa rancangan peraturan ini masih dalam tahap pembahasan di internal Kementerian Agama, belum melibatkan instansi lain.

Sunday, 31 December 2017

Pentingnya Shalat Dhuha Untuk Kesehatan

SSDI -- Assalamu'alaikum Wr. Wb. sahabat serba serbi, semoga selalu tetap dalam lindungan Alloh SWT, Amin.
Sahabat serba serbi, kali ini saya membagikan artikel tentang Pentingnya Shalaat Dhuha Untuk Kesehatan. Semoga artikel ini bermanfaat dan dapat kita amalkan.

RASULULLAH Shallallohu ‘alaihi wa Sallam bersabda,
“Setiap tulang dan persendian badanmu ada sedekahnya, setiap tasbih adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, setiap amar ma’ruf adalah sedekah, dan setiap nahi munkar adalah sedekah. Maka yang dapat mencukupi hal itu hanyalah dua raka’at yang dilakukannya dari sholat dhuha,” (HR. Ahmad, Muslim, dan Abu Dawud).
Meraih sehat tidak hanya dengan cara berolahraga, tapi bisa diraih lewat beribadah, salah satunya dengan ibadah sholat dhuha. 

Rasulullah Saw bersabda:
“Shalat dhuha itu shalat orang yang kembali kepada Allah, setelah orang-orang mulai lupa dan sibuk bekerja, yaitu pada waktu anak-anak unta bangun karena mulai panas tempat berbaringnya.” (HR. Muslim).

Berdasarkan hadist tersebut waktu utama Shalat Dhuha adalah diakhirkan yaitu ketika matahari telah mulai menyengat, pasir mulai panas sehingga panasnya dirasakan oleh kaki anak-anak unta. Jika menurut kondisi di Indonesia antara pukul 10-11.00, atau lebih dari itu tapi hati-hati terhadap waktu haram yang muncul sekitar pukul 11.30 sesuai waktu dzuhurnya. Pada waktu-waktu tersebut tubuh memerlukan energi dan harus bersiap menghadapi strees yang menempa.

Oleh karena itu pada waktu-waktu tersebut kita membutuhkan peregangan untuk kesiapan kita menyongsong hari penuh tantangan. Caranya adalah dengan melaksanakan shalat Dhuha. Jika tidak memungkinkan dikerjakan pada waktu-waktu utama, shalat dhuha bisa dilakukan di awal sebelum melakukan aktivitas harian.

Apa hubungannya peregangan dengan shalat Dhuha? Rasulullah Saw menyebutkan peregangan dengan ungkapan santun yaitu “Hak dari tiap persendian”. Seperti yang diriwayatkan Buraidah r.a bahwa

Rasulullah Saw bersabda:
“Dalam tubuh manusia terdapat 360 persendian dan ia wajib bersedekah untuk tiap persendiannya.” Para sahabat bertanya , “Siapa yang sanggup, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Ludah dalam masjid yang dipendamnya atau sesuatu yang disingkirkannya dari jalan. Jika ia tidak mampu, maka dua rakaat Dhuha sudah mencukupinya” (H.r. Ahmad dan Abu Dawud).

Dr. Ebrahim Kazim, seorang dokter, peneliti, serta direktur dari Trinidad Islamic Academy menyatakan, “Repeated and regular movements of the body during prayers improve muscle tone and power, tendon strength, joint flexibility and the cardio-vascular reserve.” Gerakan teratur dari shalat menguatkan otot berserta tendonnya, sendi serta berefek luar biasa terhadap sistem kardiovaskular.

Itulah peregangan dan persiapan untuk menghadapi tantangan, tapi bedanya dengan olah raga biasa adalah: pahalanya yang luar biasa! Abu Darda’ r.a meriwayatkan bahwa:

Rasulullah Saw bersabda,
“sesungguhnya Allah ‘azza wa jalla berfirman : “wahai anak adam, shalatlah untuk-ku empat rakaat dari awal hari, maka aku akan mencukupi kebutuhanmu (ganjaran) pada sore harinya” (shahih al-jami: 4339).

Selain sebagai peregangan untuk menyongsong hari yang penuh tantangan, Shalat Dhuaha mampu menghilangkan resiko stress yang timbul karena kesibukan yang kita lalui. Dengan melaksannakan Shalat Dhuha kita rehat sejenak dari segala aktifitas sehingga kita merasa rilek dan stres pun terhindarkan. Dr. Ibrahim Kazim menyatakan bahwa secara bersamaan, ketegangan di pikiran akan berkurang disebabkan komponen spiritual saat sholat, dengan adanya sekresi enkefalin, endorphin, dinorfin dan semacamnya “Simultaneously, tention is relieved in the main due to the spiritual component, assisted by the secretion of enkephalins, endorphins, dynorphins, and others.”

Enkefalin dan endorphin merupakan zat sejenis morfin, termasuk opiat. Efek keduanya tidak berbeda dengan opiat lainnya. Zat semacam ini meredakan ketegangan. Bedanya, enkefalin dan endorphin merupakan zat alami yang diproduksi oleh tubuh, sehingga lebih bermanfaat dan terkontrol. Jika morfin non-alami bisa memberi rasa tenang dan senang namun kemudian ketagihan dan memberikan efek negatif bagi tubuh, maka endorphin dan enkefalin tidak. Zat ini memberi rasa tenang, rileks, bahagia, lega secara alami. Hasilnya, seseorang tampak jauh lebih pede, optimis, hangat dan menyenangkan.

Friday, 29 December 2017

Manfaat Berwudhu Sebelum Tidur, Anjuran Rasulullah SAW

SSDI -- Assalamu'alaikum Wr. Wb. sahabat serba serbi, semoga selalu tetap dalam lindungan Alloh SWT, Amin.
Sahabat serba serbi, kali ini saya membagikan artikel tentang Manfaat Berwudhu Sebelum Tidur. Semoga artikel ini bermanfaat dan dapat kita amalkan.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda;
“Apabila engkau hendak mendatangi pembaringan (tidur), maka hendaklah berwudhu terlebih dahulu sebagaimana wudhumu untuk melakukan shalat.” (HR. Bukahri dan Muslim).

Memang ini kedengarannya sepele.Tapi jangan anggap enteng soal ini, pasalnya Nabi senantiasa wudhu sebelu tidur. Berwudhu, disamping bernilai ibadah juga bermanfaat besar bagi kesehatan .

Peneliti dari Universitas Alexandria ,dr Musthafa Syahatah yang sekaligus menjabat sebagai Dekan Fakultas THT, menyebutkan bahwa jumlah kuman pada orang yang berwudhu lebih sedikit dibanding orang yang tidak berwudhu.

Dengan beristisnaq (menghirup air dalam hidung) misalnya, itu dapat mencegah timbulnya penyakit dalam hidung. Dengan mencuci kedua tangan, kita dapat menjaga kebersihan tangan. Kita juga bisa menjaga kebersihan kulit wajah bila kita rajin berwudhu. Selain itu, kita juga bisa menjaga kebersihan daun telinga dan telapak kaki, artinya dengan sering berwudhu kita dapat menjaga kesehatan tubuh kita.

Lalu, bagaimana jika berwudhu dilakukan sebelum tidur ?
Di samping itu tentunya anjuran untuk berwudhu juga mengandung nilai ibadah yang tinggi. Sebab ketika seseorang dalam keadaan suci, berarti ia dekat dengan Allah. Karena Allah akan dekat dan cinta kepada orang-orang yang berada dalam keadaan suci.

Rasulullah SAW bersabda:
“Barangsiapa tidur di malam hari dalam keadaan suci (berwudhu’) maka Malaikat akan tetap mengikuti, lalu ketika ia bangun niscaya Malaikat itu akan berucap ‘Ya Allah ampunilah hamba mu si fulan, kerana ia tidur di malam hari dalam keadaan selalu suci’”. (HR Ibnu Hibban dari Ibnu Umar r.a.)
Manfaat Wudhu Sebelum Tidur

Pertama, merilekskan otot-otot sebelum beristirahat. Mungkin tidak terlalu banyak penjelasan. Bisa dibuktikan dalam ilmu kedokteran bahwa percikan air yang dikarenakan umat muslim melakukan wudhu itu merupakan suatu metode atau cara mengendorkan otot-otot yang kaku karna lelahnya dalam beraktifitas. Sangat diambil dampak positifnya bahwa jika seseorang itu telah melakukan wudhu, maka pikiran akan terasa rileks. Badan tidak akan terasa capek.

Kedua, mencerahkan kulit wajah. Wudhu dapat mencerahkan kulit wajah karena kinerja wudhu ini menghilangkan noda yang membandel dalam kulit. Kotoran-kotoran yang menempel pada kulit wajah kita akan senantiasa hilang dan tentunya wajah kita menjadi cerah dan bersih.Ketiga, didoakan malaikat. Dalam sabda Beliau yang disinggung pada bagian atas, malaikat akan senantiasa memberikan do’a perlindungan kepada umat muslim yang senantiasa wudhu sebelum tidur. Padahal malaikat adalah makhluk yang senantiasa berdzikir kepada Allah. niscaya do’anya akan senantiasa dikabulkan pula oleh Allah. Oleh karena itu, senantiasa berwudhu itu adalah hal yang baik yang harus biasa kita lakukan.

Wednesday, 27 December 2017

Subhanalloh, Inilah Beberapa Keutamaan Shalat Subuh Berjama’ah di Masjid

SSDI – Assalamu’alaikum Wr. Wb. Sahabat serba serbi semoga kita semua dalam keadaan sehat dan tak kurang satu apapun. Artikel kita kali ini adalah Keutamaan Shalat Subuh Berjama’ah di Masjid.

Shalat Subuh merupakan shalat yang istimewa dari shalat-shalat lainnya, selain ada banyak sekali keutamaan dalam pelaksanaannya, untuk menunaikan shalat ini kita harus melawan rasa kantuk yang luar biasa serta bangkit untuk meninggalkan kasur yang empuk dan selimut yang hangat.

Di dalam adzan subuh juga ditambahkan kalimat Assholaatu khairum minan naum yang artinya “Shalat itu lebih baik daripada tidur”.

Ada banyak sekali keutamaan shalat Subuh berjamaah, diantaranya adalah sebagai berikut :

Berada dalam Jaminan Allah
“Barangsiapa yang shalat subuh maka dia berada dalam jaminan Allah. Oleh karena itu jangan sampai Allah menuntut sesuatu kepada kalian dari jaminan-Nya. Karena siapa yang Allah menuntutnya dengan sesuatu dari jaminan-Nya, maka Allah pasti akan menemukannya, dan akan menelungkupkannya di atas wajahnya dalam neraka jahannam.” (HR. Muslim no. 163).

Disaksikan oleh para Malaikat
Orang yang melakukan shalat Subuh berjamaah di masjid akan disaksikan oleh para malaikat yang bertugas di malam hari dan para malaikat yang bertugas di siang hari. Karena ketika waktu subuh tiba, bergantian para malaikat yang bertugas pada malam hari akan naik ke langit dan para malaikat yang bertugas pada siang hari turun ke bumi.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Malaikat-malaikat siang bergantian mendampingi kalian dengan malaikat-malaikat malam, dan mereka berkumpul pada waktu sholat Subuh dan Ashar. Setelah itu, malaikat yang semalaman menjaga kalian naik ke langit, lalu Allah bertanya kepada mereka – dan Dia lebih tahu tentang mereka-, ‘Bagaimana kalian tinggalkan hamba hamba Ku?’ Mereka menjawab, ‘Kami meninggalkan mereka dalam keadaan sholat, dan kami datang kepada mereka ketika mereka sholat,” (HR Bukhari).

Dijauhkan dari Sifat Munafik
“Shalat yang dirasakan paling berat bagi orang-orang munafik adalah shalat isya dan shalat subuh. Sekiranya mereka mengetahui keutamaannya, niscaya mereka akan mendatanginya sekalipun dengan merangkak. Sungguh aku berkeinginan untuk menyuruh seseorang sehingga shalat didirikan, kemudian kusuruh seseorang mengimami manusia, lalu aku bersama beberapa orang membawa kayu bakar mendatangi suatu kaum yang tidak menghadiri shalat, lantas aku bakar rumah-rumah mereka.” (HR. Al-Bukhari no. 141 dan Muslim no. 651).

Mendapatkan Keutamaan Shalat Sepanjang Malam
“Barangsiapa yang shalat isya` berjama’ah maka seolah-olah dia telah shalat malam selama separuh malam. Dan barangsiapa yang shalat shubuh berjamaah maka seolah-olah dia telah shalat seluruh malamnya.” (HR. Muslim no. 656).

Dilapangkan Rezeki
Pernah suatu ketika Nabi SAW shalat subuh. Begitu selesai, beliau pun kembali ke rumah dan mendapati putrinya Fathimah ra sedang tidur. Kemudian beliau pun membalikkan tubuh Fatimah dengan kaki beliau, kemudian mengatakan kepadanya, “Hai Fathimah, bangun dan saksikanlah rezeki Rabb-mu karena Allah membagi-bagikan rezeki para hamba antara shalat subuh dan terbitnya matahari.”(H.R. Baihaqi).

Kunci Kemenangan
“Rasulullah apabila hendak menyerbu suatu kaum, beliau menundanya hingga tiba waktu subuh.” (HR Bukhari) Dikisahkan pasca meletusnya perang Mesir-Israel tahun 1973 ada seorang tentara Mesir yang mengajak berbicara tentara Yahudi yang paham bahasa Arab. Tentara Mesir itu berkata, “Demi Allah, kami akan memerangi dan mengalahkan kalian sampai ada di antara kalian yang bersembunyi di balik pohon dan batu, kemudian pohon dan batu itu mengatakan,’hai hamba Allah, hai muslim, ini ada Yahudi di belakangku, ke mari dan bunuhlah dia.” Tentara Yahudi menjawab, ”Semua itu tidak akan terjadi sebelum shalat subuh kalian sama dengan shalat Jumat.”

Lebih Baik daripada Dunia dan Seisinya
“Dua rakaat shalat sunnah subuh lebih baik daripada dunia dan seluruh isinya.” (HR. Muslim 725).

Shalat Subuh adalah Penyelamat dari Neraka
“Tidak akan masuk neraka, orang yang melaksanakan shalat sebelum matahari terbit dan sebelum tenggelamnya,” (H.R. Muslim). 

Kemenangan dengan melihat Allah Ta’ala pada hari Kiamat nanti
Tentunya hal ini merupakan ganjaran terbesar yang dikaruniakan Allah kepada hamba-Nya.
Dari Jarir Bin Abdullah al-Bajali Radhiallahu ‘anhu berkata, “Kami pernah duduk bersama Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, kemudian beliau melihat ke bulan di malam purnama itu, Rasulullah bersabda, ‘Ketahuilah bahwa sesungguhnya kalian akan melihat kepada Rabb kalian sebagaimana kalian melihat kepada bulan ini. Kalian tidak terhalangi melihatnya. Bila kalian mampu untuk tidak meninggalkan shalat sebelum terbitnya matahari dan sebelum terbenamnya, maka lakukanlah!” (HR. Bukhari-Muslim).

Semoga motivasi ini memicu kita untuk senantiasa bisa menjaga shalat Subuh secara berjamaah, bahkan menularkannya kepada saudara-saudara kita lainnya.

Sunday, 10 December 2017

Alam Semesta Menurut Islam Dan Ilmu Pengetahan

A. KEJADIAN ALAM SEMESTA MENURUT ISLAM



Berbicara mengenai kejadian alam semesta menurut Islam, berarti sama halnya dengan membicarakan konsep kitab suci (Al-Quran) mengenai alam semesta.

Al-Quran menyebutkan mengenai kejadian alam semesta dan berbagai proses kealaman lainnya, tentang penciptaan makhluk hidup dan berbagai aspek pengetahuan lainnya. Meskipun demikian, kitab suci itu bukanlah buku pelajaran kosmologi atau sains pada umumnya. Sebab ia hanya menyatakan bagian-bagian yang penting saja dari ilmu dimaksud dan masih harus dicari kelengkapannya agar dapat dipahami secara utuh.
Menggali konsep-konsep kosmologis yang ada dalam Al-Quran sebenarnya merupakan suatu pekerjaan yang tiada habis-habisnya. Betapa tidak?, hanya Allah SWT sajalah yang mengetahui makna hakiki ayat-ayat di dalam kitab suci itu. manusia hanya dapat mencoba memahaminya sesuai dengan kemampuannya yang sangat terbatas. Berikut ini diuraikan konsep Islam mengenai kejadian alam semesta sesuai dengan keterbatasan kemampuan tadi.
Ayat-ayat Al-Quran yang mengandung konsep-konsep kosmologis antara lain adalah sebagai berikut : (catatan: tafsir terhadap masing-masing ayat diambil dari Achmad Baiquni dalam bukunya Al-Quran Ilmu Pengetahuan dan Teknologi).

“Dan tidakkah orang-orang yang kafir itu mengetahui bahwa ruang waktu dan energi materi itu dulu sesuatu yang padu (pada singularitas), kemudian Kami pisahkan keduanya itu” (Al-Anbiya : 30).

“Dan ruang waktu itu Kami bangun dengan kekuatan (ketika dentuman besar dan inflasi melandanya sehingga beberapa dari dimensinya menjadi terbentang) dan sesungguhnya Kamilah yang meluaskannya (sebagai kosmos yang berekspansi).” (Adz Dzariyat : 47).

“Dalam pada itu Dia mengarah pada penciptaan ruang waktu, dan ia penuh “embunan” (dari materialisasi energi), lalu Dia berkata kepadanya dan kepada materi: Datanglah kalian mematuhi (peraturanKu) dengan suka atau terpaksa; keduanya menjawab: Kami datang dengan kepatuhan.” (Fushshilat : 11).

“Maka Dia menjadikannya tujuh ruang waktu (alam semesta) dalam dua hari, dan Dia mewahyukan kepada tiap alam itu peraturan (Hukum alam-Nya) masing-masing dan Kami hiasi ruang waktu (alam) dunia dengan pelita-pelita, dan Kami memeliharanya; demikianlah ketentuan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.” (Fushshilat : 12).

“Allahlah yang menciptakan tujuh ruang waktu (alam semesta), dan materinya seperti itu pula”. (At-Thalaq : 12).

“Allahlah yang menciptakan ruang waktu dan materi dan apa yang ada di antara keduanya dalam enam hari, dan pada saat itu menegakkan pemerintahanNya (yang seluruh perangkat peraturannya ditaati oleh segenap makhluk-Nya dengan suka hati;” (As-Sajdah : 4).

“Dan Dialah yang telah menciptakan ruang waktu dan materi dalam enam hari, sedang pemerintahanNya telah tegak pada fase Zat alir (yaitu sop kosmos) untuk menguji siapakah di antara kalian yang lebih baik amalnya;” (Hud : 7).

“Sesungguhnya Allah menahan ruang waktu (alam semesta) dan materi di dalamnya agar jangan lenyap (sebagai jagad raya yang terbuka), dan sungguh jika keduanya akan lenyap tiada siapa pun yang dapat menahan keduanya selain Allah; sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun dan Maha Pengampun.” (Fathir : 14).

“Pada hari kami gulung ruang waktu (alam semesta) laksana menggulung lembaran tulis; sebagaimana Kami telah mulai awal penciptaan, begitulah kami akan mengembalikannya; itulah janji yang akan Kami tepati; Sesungguhnya Kamilah yang akan melaksanakannya”. (Al-Anbiya : 104).

B. TEORI IPA TENTANG TERBENTUKNYA ALAM SEMESTA

Telah dijelaskan sebelumnya bahwa ilmu pengetahuan terbentuk dari hasil perpaduan antara pengamatan dengan penalaran, kebenaran yang dihasilkan ilmu pengetahuan juga bersifat relatif, artinya tidak mutlak dan selalu dapat diperbaiki atau digantikan oleh hasil penelitian yang lebih akurat.

Tingkat kebenaran ilmu juga bertingkat, yaitu mulai dari “hipotesis” pada tingkat yang paling rendah sampai dengan “hukum” pada tingkat yang paling tinggi. Secara bertingkat kebenaran ilmu adalah sebagai berikut : pertamaadalah hukum (misalnya hukum Archimedes mengenai tekanan terhadap benda dalam zat cair, yang selanjutnya dijadikan dasar bagi pembuatan kapal laut). Setingkat lebih rendah adalah Teori (misalnya teori terbentuknya gunung berapi atau teori terbentuknya galaksi). setingkat leih dari teori adalah hipotesis. Suatu hipotesis akan menjadi teori jika telah terbukti kebenarannya.

Pendapat mengenai terbentuknya alam semesta baru merupakan teori yang meskipun sudah banyak penelitian, namun masih tetap pada tingkat teori saja. Pada dasarnya ada dua teori tentang terbentuknya alam semesta, yaitu :

1. Teori keadaan tetap (Steady-state theory)

Teori ini berdasarkan prinsip kosmologi kesempurnaan yang menyatakan bahwa alam semesta di manapun dan bilamanapun selalu sama. Berdasarkan prinsip tersebut alam semesta terjadi pada suatu saat tertentu yang lalu dan segala sesuatu di alam semesta selalu tetap sama walaupun galaksi-galaksi saling bergerak menjauhi satu sama lain. Teori ini ditunjang oleh kenyataan bahwa galaksi baru mempunyai jumlah yang sebanding dengan galaksi lama. Dengan demikian teori ini secara ringkas menyatakan bahwa tiap-tiap galaksi terbentuk (lahir), tumbuh, menjadi tua dan akhirnya mati. Jadi, teori ini beranggapan bahwa alam semesta itu tak terhingga besarnya dan tak terhingga tuanya. (tanpa awal dan tanpa akhir).

Dengan diketahuinya kecepatan radial galaksi-galaksi menjauhi bumi yang dihubungkan dengan jarak antara galaksi-galaksi dengan bumi dari hasil pemotretan satelit, maka disimpulkan bahwa makin jauh jarak galaksi terhadap bumi, makin cepat galaksi tersebut bergerak menjauhi bumi. Hal ini sesuai dengan garis spektra yang menuju ke panjang gelombang yang lebih besar yaitu menuju merah, yang hal ini sering dikenal dengan pergeseran merah. Dari hasil penemuan ini menguatkan bahwa alam semesta selalu mengembangkan (ekspansi) dan menipis (kontraksi). Dengan demikian harus ada “ledakan” atau “dentuman” yang memulai adanya pengembangan.

2. Teori Ledakan (Big-bang Theory)

Teori ledakan ini bertolak dari asumsi adanya suatu massa yang sangat besar sekali dan mempunyai berat jenis yang sangat besar, meledak dengan hebat karena adanya reaksi inti. Massa itu kemudian berserak mengembang dengan sangat cepatnya menjauhi pusat ledakan. Setelah berjuta-juta tahun massa yang berserak itu berbentuk kelompok-kelompok galaksi yang ada sekarang. Mereka terus bergerak menjauhi titik pusatnya. Teori ini didukung oleh kenyataan dari pengamatan bahwa galaksi-galaksi itu memang bergerak menjauhi titik pusat yang sama.

C. TEORI TERBENTUKNYA GALAKSI

Hipotesis Fowler (1957)

Menurut Fowler, 12 ribu juta tahun yang lalu Galaksi kita ini tidaklah seperti dalam keadaan seperti sekarang ini. Ia masih berupa kabut gas hidrogen yang sangat besar sekali yang berada di ruang angkasa. Ia bergerak perlahan mengadakan rotasi sehingga keseluruhannya berbentuk bulat. karena gaya beratnya maka ia mengadakan kontraksi. Massa bagian luar banyak yang tertinggal; pada bagian yang berkisar lambat dan mempunyai berat jenis yang besar terbentuklah bintang-bintang. Gumpalan kabut yang telah menjadi bintang itupun secara perlahan mengadakan kontraksi. Energi potensialnya mereka keluarkan dalam bentuk sinar dan panas radiasi dan bintang-bintang itupun makin turun temperaturnya. Setelah berpuluh ribu juta tahun ia mempunyai bentuknya yang boleh dikatakan tetap sepeti halnya matahari kita. Hipotesis itu diyakinkan oleh suatu observasi yang ditujukan kepada pusat galaksi di mana selalu dilahirkan bintang baru baik secara perlahan-lahan maupun secara eksplosif.

1. Galaksi

Berdasarkan apa yang nampak dari hasil pengamatan, dapat kita bedakan adanya tiga macam galaksi, yaitu :
Galaksi berbentuk spiral
Galaksi berbentuk elips
Galaksi berbentuk tak beraturan

2. Bhima Sakti

Induk dari matahari kita adalah galaksi Bhima Sakti atau Milky Way. Bhima Sakti mempunyai bentuk spiral. Tetangga terdekat dari Bima Sakti adalah galaksi Andromeda yang juga berbentuk spiral dan jauhnya 870.000 tahun cahaya (cahaya bergerak dengan kecepatan 300.000 km/detik jadi 1 tahun cahaya berjarak : 300.000 x 365 ¼ x 24 x 60 x 60 km = 10 km).

Bhima Sakti berbentuk bulat pipih seperti kue cucur. Letak matahari dan bumi tempat tinggal kita, jauhnya kurang lebih 2/3 dari pusat galaksi (atas dan bawah) terdapat kumpulan bintang yang disebut Globular. Dalam satu galaksi, kumpulan bintang (globular) ada yang berjumlah 1000.

Galaksi kita ini mengadakan rotasi dengan arah yang berlawanan dengan jarum jam.

Bhima Sakti memiliki tidak kurang dari 100 ribu juta bintang. Selain itu masih terdapat gumpalan-gumpalan kabut gas maupun semacam galaksi kecil yang banyak jumlahnya.

Halaman Selanjutnya

Thursday, 7 December 2017

3 Warisan Ilmuwan Muslim untuk Dunia


SSDI-- Sebagian awam mengira banyak penemuan modern berasal dari ilmuwan Eropa. Faktanya, hasil penemuan saat ini juga sumbangsih dari ilmuwan Muslim.

Saat itu belum dikenal hak cipta. Namun, bersandar pada keihklasan, ilmuwan Muslim mengawali niat dalam berkarya untuk kemajuan peradaban manusia.

Perlahan ilmuwan Barat mulai mengakui kehebatan dari para Ilmuan Islam tersebut. Salah satunya ada pendiri Facebook Mark Zuckerberg yang kagum dengan karya Ibnu Khaldun.

Berikut sumbangsih ilmuwan Muslim yang diakui dunia:

1. AL-Khawarizmi/ Muhammad Ibnu Musa Al-Khawarizmi (Iran, 780 – 850)

Bidang: matematika (Algebra / Algoritma / Aritmatika / Aljabar), astronomi dan geografi.
Penemuan: angka nol, al-jabar

Al-Khawarismi merupakan seorang pakar dalam bidang matematik, astronomi dan geografi dari Persia. Al-Khawarizmi juga dikenali sebagai bapak Algebra. Orang Eropa menyebutnya dengan Al-Gorisma. Nama itu kemudian dipakai orang-orang barat dalam arti kata Aritmatika atau ilmu hitung.

2. Ibnu Sina / Avicenna (986-1037)

Bidang: kedokteran, pengobatan (medicine), fisika, geologi, mineralogi, matematika, astronomi, filsafat, ilmuwan ensiklopedi, psikologi, penulis kaidah kedokteran modern (dipakai sebagai referensi ilmu kedokteran barat), menulis buku tentang fungsi organ tubuh, meneliti penyakit TBC, diabetes dan penyakit yang ditimbulkan oleh efek fikiran.

Atau dikenal dengan nama Avicenna, hidup antara tahun 986-1037 M. Ia adalah seorang ilmuwan muslim dan Filosof besar pada waktu itu, hingga kepadanya diberikan julukan Syeh Al-Rais.

Keistimewaannya antara lain pada masa umur 10 tahun sudah hafal Alquran. Pada usia 18 tahun sudah mampu menguasai semua ilmu yang ada pada waktu itu. Bidang keahliannya adalah ilmu Kedokteran, ilmu Fisika, Geologi, Mineralogi. Juga dibidang Medicine, Philosophy, Mathematics, Astronomy.

3. Ibnu Haitham / Alhazen (Basra, 965 – Kairo 1039)

Bidang: optik
Penemuan: Konsep kamera

Dikenal dalam kalangan cerdik pandai di Barat, dengan nama Alhazen, adalah seorang ilmuwan Islam yang ahli dalam bidang sains, falak, matematika, geometri, pengobatan, dan filsafat.

Ia banyak pula melakukan penyelidikan mengenai cahaya dan yang berkaitan dengannya. Ia telah memberikan ilham kepada ahli sains dari dunia barat seperti Boger, Bacon, dan Kepler dalam menciptakan mikroskop serta teleskop. Bidang lain: Physics, Optics, Mathematics.

Thursday, 26 October 2017

Sejarah Perkembangan Islam Di Dunia


Islam dimulai dengan ajaran Muhammad saw., di tempat kelahirannya Mekkah; sifat-sifat yang menjadi ciri agama baru ini dikembangkan setelah beliau pindah ke Madinah dalam tahun 622 M. Sebelumnya beliau wafat sepuluh tahun kemudian, telah jelaslah sudah bahwa Islam bukannya semata-mata merupakan suatu badan kepercayaan agama pribadi, akan tetapi Islam meliputi pembinaan suatu masyarakat merdeka, dengan sistem sendiri tentang pemerintahan, hukum, dan Lembaga Generasi Muslimin pertama, telah menginsafi bahwa Hijrah adalah satu titik perubahan penting dalam sejarah. Merekalah yang menetapkan tahun 622 M sebagai permulaan takwin Islam baru.
Dengan pemerintah yang kuat, cerdas, dan satu kepercayaan yang menggelorakan semangat penganut-penganut dan tentara-tentara dalam waktu yang tidak lama, masyarakat baru ini menguasai seluruh Arabia Barat dan mencari dunia baru untuk ditundukkan.
Setelah sedikit kemunduran pada wafat Muhammad saw., gelombang penaklukan bergerak dengan cepat di Arabia bagian Utara dan Timur, berani menyerang kubu-kubu pertahanan di perbatasan kerajaan Romawi Timur di Syirq al-Ardun dan kerajaan Persia di Irak. Selatan. Angkatan-angkatan perang kedua kerajaan raksasa ini –karena perang tidak henti-hentinya– telah kehabisan kekuatan, dikalahkan satu-persatu dalam suatu rangkaian operasi cepat dan cemerlang. Dalam waktu enam tahun sesudah Muhammad saw. wafat, seluruh Siria dan Irak diharuskan membayar upeti kepada Madinah, dan empat tahun kemudian Mesir digabungkan pada kerajaan Islam baru.
Kemenangan-kemenangan yang mengagumkan tadi, mendahului kemenangan yang lebih besar lagi akan membawa orang Arab dalam waktu kurang dari satu abad ke Maroko, Spanyol, Perancis, pintu-pintu kota Konstantinopel, jauh ke Asia Tengah sampai ke Sungai Indus, membuktikan sifat Islam sebagai suatu kepercayaan kuat, insaf akan harga diri, dan jaya. Sifat ini mengakibatkan pendirian yang tidak kenal menyerah dan memusuhi segala yang ada diluarnya, tetapi menunjukkan toleransi, kesabaran hati yang luas dalam pelbagai masyarakat, keseganan menuntut orang dari golongan lain, dan kebesaran hati mereka dalam waktu kegelapan.
Pada tahun 660 M. ibu kota Kerajaan Arab dipindahkan ke Damsyik, tempat kedudukan baru Khalifah Bani Umayah. Sedangkan Madinah tetap merupakan pusat pelajaran agama Islam; pemerintah dan kehidupan umum kerajaan dipengaruhi oleh adat-istiadat Yunani Rumawi Timur. Tingkat pertama saling pengaruh-mempengaruhi dengan peradaban yang lebih tua ini tidak hanya dilambangkan dengan dua buah monumen, yang indah sekali dari zaman Bani Umayahh ialah Mesjid Raya di Damsyik dan Mesjid Al-Aqsa di Darusalam, akan tetapi kemunculan tiba-tiba cara aliran-aliran baru dan pendapat yang berlawanan dengan paham resmi di “propinsi-propinsi baru.” Akibat paling akhir dari pertumbuhan demikian ialah perpecahan antara lembaga-lembaga agama dan duniawi dalam masyarakat Islam. Pembelahan ini merusakkan azas duniawi Bani Umayah, dan ditambah dengan rasa ketidakpuasan para warga negara bukan Arab, dan pecah perang saudara diantara suku, Arab, menyebabkan jatuhnya tahun 750 M.
Dalam pada itu, perselisihan tadi menjelaskan bahwa dalam abad yang lampau sejak wafat Muhammad saw. kebudayaan agama Islam telah mengalami perkembangan dan konsolidasi yang luar biasa, baik, di dalam maupun di luar Arabia. Seorang guru agama di satu pihak menunjukkan perkembangan kebatinan pada tingkat tertinggi. Ia menyatakan inti sari yang penting dan menghidupkan itu dengan kepribadiannya dan keyakinannya sehingga tampak pada penganutnya sebagai wahyu kebenaran baru..
Itulah sumbangan asasi yang menentukan dari orang Arab terhadap kebudayaan Islam baru. Terhadap peradaban materiil sokongan mereka sedikit. Kemajuan materiil baru mulai; dengan cemerlang setelah Bani Abbas menggantikan Bani Umayah sebagai khalifah, dan mendirikan ibu kotanya yang baru di Baghdad dalam tahun 762 M. Masa pertama dari penaklukan wilayah luar Arabia telah lampau, disusul oleh masa perluasan ke dalam. Abad kesembilan dan kesepuluh Masehi menyaksikan puncak kemajuan peradaban Islam yang luas dan usaha-usaha yang berhasil. Kerajinan, perdagangan, kesenian bangunan, dan beberapa kesenian yang kurang penting, berkembang dengan subur waktu Persia, Mesopotamia, Siria, dan Mesir, memberikan sokongan mereka dalam usaha serentak.
Kegiatan-kegiatan baru ini menumbuhkan kehidupan intelektual. Sedang ilmu pengetahuan agama berkembang pada beberapa pusat baru terbesar dari Samarqand sampai ke Afrika Utara dan Spanyol, kesusasteraan dan pikiran dengan menggunakan sumber-sumber Yunani, Persia, dan juga India, melebar ke jurusan baru, seringkali bebas dari tradisi Islam dan banyak sedikitnya memberontak terhadap kepicikan dan kesempatan sistem kuno. Dengan dorongan perluasan kaki langit alamiah, kecerdasan pikiran, keduniawian, dan kerohanian, saling pengaruh mempengaruhi dengan hebatnya.
Sukarlah untuk menyatakan dengan singkat usaha-usaha bidang intelektual yang bermacam-macam dalam zaman tersebut. “Ilmu pengetahuan Islam” yang lain seperti sejarah dan ilmu bahasa, melebar hingga meliputi sejarah duniawi dan kesusasteraan. Ilmu kedokteran dan ilmu pasti Yunani disediakan dalam perpustakaan buku-buku terjemahan dan dikembangkan oleh sarjana Persia dan Arab, khusus ilmu Aljabar, ilmu ukur segitiga, dan ilmu optik (penglihatan). Ilmu bumi –barangkali yang boleh diumpamakan barometer kebudayaan yang paling cermat– berkembang pada seluruh cabangnya, di bidang politik, organik, matematik, astronomik, ilmu alam, dan pesiar, meluas demikian jauh hingga meliputi negara-negara dan peradaban bangsa yang jauh letak kediamannya.
Ilmu pengetahuan baru tersebut, boleh dikatakan hanya mengenai jumbai-jumbai, pinggiran kebudayaan agama, pemasukan ilmu mantik, dan filsafat Yunani, mau tidak mau menumbuhkan perselisihan paham yang tajam dan pahit. Pertikaian ini memuncak dalam abad ketiga. Para pemimpin Islam melihat dasar-dasar kerohanian dibahayakan oleh keingkaran halus dan cerdik paham rasionalisme murni. Walaupun mereka akhirnya mengalahkan pelajaran yang berpengaruh Yunani, ilmu filsafat selalu tetap harus dicurigai dalam pandangan para alim ulama, biarpun ilmu tadi hanya dipelajari sebagai alat perbantahan dan pembahasan. Lebih berbahaya ialah akibat kemenangan yaitu pertumbuhan dalam kalangan ahli agama, semacam perasaan iri hati terhadap usaha para intelektual yang bercorak murni keduniawian ataupun yang memberanikan diri ke luar dari bidang pengawasan mereka.
Selain keutamaan segi intelektual dan fungsi dalam pelajaran, syariat ialah alat yang paling luas pengaruhnya dan paling tepat membentuk ketertiban sosial dan kehidupan masyarakat bagi bangsa-bangsa Islam. Oleh karena lengkapnya, maka syariat memberi tekanan yang tidak hentinya pada segala kegiatan pribadi dan sosial, dan mewujudkan suatu ukuran-baku yang harus dianut lebih lama, meskipun ada rintangan kebiasaan kuno dan adat-istiadat yang telah berlaku lama. Khusus suku nomad dan suku yang diam di pegunungan, berlawanan. Tambahan pula, syariat memberikan pernyataan praktis dalam memperjuangkan persatuan yang menjadi ciri Islam. Hukum tadi dalam segala pokok yang penting adalah seragam, walaupun pelbagai mazhab berbeda dalam beberapa pasal kecil. Pertumbuhan ini disebabkan karena cita-cita sosial dan cara hidup di seluruh dunia Islam dalam abad pertengahan menuju arah yang sama. Syariat lebih dalam mempengaruhi kehidupan hukum Rumawi; karena memiliki landasan agama dan ancaman hukuman Tuhan, maka syariat adalah pengatur rohani merupakan suara hati umat Islam dalam semua segi dan kegiatan kehidupannya.
Tugas hukum syariat ini bertambah besar artinya waktu kehidupan politik dunia Islam lebih lama menyimpang dari keinginan Muhammad saw. dan pengganti-pengganti beliau yaitu pemerintahan berdasarkan ketuhanan. Keruntuhan khalifah Bani Abbas dalam abad kesembilan dan kesepuluh Masehi membuka pintu tidak hanya bagi kehancuran politik, tetapi juga bagi perebutan kekuasaan kerajaan oleh pangeran-pangeran setempat dan gubernur militer, terbit dan tenggelamnya kerajaan-kerajaan yang berumur pendek, dan berkobarlah perang saudara. Bagaimanapun hebatnya kekuatan politik dan militer kerajaan Islam itu telah dilemahkan, gengsi moral hukum syariat lebih dijunjung dan dapat mengutuhkan serta mengukuhkan bentuk sosial Islam sepanjang pasang surut nasib politik Islam.
Pada akhir, abad kesepuluh Masehi, daerah Islam sedikit lebih luas dibandingkan pada tahun 750. Semenjak diciptakan suatu peradaban besar, memuncak kehidupan intelektual, kaya dan cerdas dalam bidang ekonomi, dipersatukan dengan kukuh oleh syariat yang dihormati; seluruhnya merupakan penjelmaan kekuasaan Islam rohani dan duniawi. Waktu kekuatan militernya berkurang, maka sebagaimana juga. terjadi dengan kerajaan Rumawi enam abad sebelumnya, kerajaan Islam berangsur-angsur dikuasai oleh bangsa-bangsa biadab dari luar perbatasannya; dan juga seperti kerajaan Rumawi, mengenakan pada bangsa biadab tadi agamanya, hukumnya, dan penghormatan terhadap peradabannya.
Bangsa-bangsa biadab itu ialah Turki yang berasal dari Asia Tengah. Tekanan ke arah Barat membawa orang Bulgar, Magiar, Kumari, Pecineg ke Rusia Selatan dan Eropa Timur, mendatangkan suku-suku lain ke Iran dan lebih ke Barat, ke Irak, dan Anatolia. Pekerjaan pengislaman telah dilakukan, waktu mereka masih diam di tempat asalnya di Asia Tengah; oleh karena itu, kerajaan Sultan Turki yang didirikan di Asia Barat mula-mula hanya membawakan sedikit perubahan yang tampak ke luar dalam kehidupan rumah tangga umat Islam. Akibat pertama adalah perluasan militer; ke arah Tenggara menuju India Utara, ke arah Barat Laut menuju Asia Kecil. Pada waktu yang sama, jauh di sebelah Barat, suku Berber nomad telah membawa Islam, ke tepi dunia Afrika Negro di daerah lembah Senegal dan Niger sedang buku-buku Arab nomad yang tidak diawasi lagi oleh kekuasaan khalifah yang terdahulu telah merusakkan dan melengahkan pusat peradaban yang telah didirikan oleh bangsanya sendiri sebelum di atas puing runtuhan Afrika Romawi dan Bizantium.
.Mulai abad kesebelas Masehi, ilmu Sufi mengerahkan kebaktian sebagian besar kegiatan kerohanian umat Islam, dan mendirikan suatu sumber pembaharuan kepribadian yang sanggup mempertahankan tenaga kebatinan selama abad-abad sesudahnya penuh dengan kemerosotan politik dan perekonomian.
Para ahli Sufi, baik sebagai penyiar perseorangan maupun (di kemudian hari) sebagai anggota dalam gabungan tarekat merupakan pemimpin dalam tugas mengislamkan orang penyembah berhala, yang tidak beragama, dan suku yang hanya tipis sekali pengislamannya. Penyebaran agama berhasil ialah terbanyak oleh kawan sebangsa sendiri dari suku-suku tersebut yang biasanya kikuk, buta huruf, dan kasar. Merekalah yang meletakkan dasar-dasar yang memungkinkan generasi kemudian menerima keadaban hukum syariat dan tauhid yang lebih halus. Berkat pekerjaan mereka, maka dalam abad-abad berikutnya, batas-batas daerah Islam dapat diperluas di Afrika, India, dan Indonesia, melintangi Asia Tengah ke Turkestan dan Tiongkok, dan di beberapa bagian Eropa Tenggara
.
Perkembangan yang digambarkan di muka tadi dipercepat oleh malapetaka yang berturut-turut terjadi di Asia Barat dalam abad ketiga belas dan keempat belas. Penyerbuan pertama kaum Mongol penyembah berhala, membumihanguskan propinsi-propinsi bagian Timur Laut antara 1220 dan 1225 M. Gelombang kedua yang menduduki Persia dan Irak menamatkan khalifah Baghdad yang bersejarah dalam 1258 M, dan memaksakan seluruh dunia Islam Timur, terkecuali Mesir, Arabia, dan Siria, membayar upeti kepada kerajaan Mongol yang besar. Sisa-sisanya diselamatkan oleh golongan militer terdiri dari “budak belian” Turki dan Kipcak, kaum Mamluk, yang telah merebut kekuasaan politik di Mesir.
Di bawah pemerintahan Mamluk, peradaban Islam yang lama langsung berkembang lebih kurang dua setengah abad dalam bidang kesenian benda (istimewa dalam lapangan seni bangunan dan seni-kerajinan logam), tetapi disertai kemunduran daya kerohanian dan intelek.
Pada waktu yang sama, di daerah-daerah kekuasaan Mongol hidup kembali suatu peradaban Islam Persia yang cemerlang pada beberapa segi. Terutama dalam seni bina dan kesenian halus, termasuk seni lukis dalam bentuk yang sangat kecil (miniatur); kebudayaan tersebut berakar dalam kerohanian Sufi. Meskipun kedatangan dua kali “Maut Hitam” dan mengalami serbuan Timur Lenk dalam abad keempat belas yang menghancurleburkan Persia, namun kebudayaan Persia mampu memberikan ragam kepada kehidupan intelektual dari kerajaan-kerajaan Islam baru, –yang dilahirkan pada kedua sisinya– di Anatolia, Balkan, dan India.
Perluasan kerajaan Dinasti Osman di Asia dan Afrika Utara serta pembentukan kerajaan Mughal di India dalam abad keenam belas membawa sebagian besar dunia Islam kebawah pengawasan pemerintahan negara keduniawian yang kuat, memusatkan kekuasaannya yang besar. Ciri khas kedua kerajaan tadi ialah menitikberatkan pada pandangan ahli sunah waljamaah dan hukum syariat. Urusan agama dan urusan ketatanegaraan tidak dipersatukan karena kebijaksanaan militer dan sipil disusun menurut garis tidak Islam yang bebas, tetapi dapat saling menyokong akibat suatu persetujuan yang berlangsung hingga abad kesembilan belas.
Diantara dua saluran kehidupan agama Islam tersebut, saluran Sufilah yang lebih lebar dan dalam. Abad ketujuh belas dan permulaan abad kedelapan belas menyaksikan puncak tertinggi tarekat Sufi. Tarekat-tarekat besar menyebarkan suatu jalinan perhimpunan-perhimpunan dari mula hingga akhir dunia Islam, sedang perkumpulan-perkumpulan setempat dan cabang-cabangnya menggabungkan anggota pelbagai golongan dan kejuruan jadi umat yang bersatu padu. Selain itu, kebudayaan Islam dalam dua kerajaan tersebut yang hanya hidup atas warisan zaman silam, dapat memelihara, akan tetapi jarang dapat menambah kekayaan warisan intelektual tersebut. Tokoh-tokohnya berpendapat bahwa kewajibannya pertama ialah bukan hanya memperluas, akan tetapi memelihara, menyatukan, dan menyesuaikan kehidupan sosial atas sendi-sendi nilai Islam. Dalam batas-batas tersebut kadar persatuan yang telah mereka capai, dan ketertiban sosial yang dapat dilangsungkan memang menarik perhatian.
Persatuan itu merupakan suatu kekecualian yang menyolok mata. Dalam permulaan abad keenam belas, suatu kerajaan baru yang disokong oleh suku Turki dan Adzerbaijan menaklukan Persia dan menghidupkan kembali Syiah yang telah mengalami kemunduran, dan meresmikan Syiah sebagai agama resmi Persia. Selama peperangan dengan Dinasti Osman, orang Turki dari Asia Tengah, dan orang Mughal, yang semuanya ahli sunah waljamaah, Syiah dijadikan ciri perasaan nasional Persia. Akibat perpecahan antara Persia dan tetangganya penting buat semuanya. Umat Islam selanjutnya dipecah menjadi dua golongan yang terpisah, dan hubungan kebudayaan antara dua golongan tadi, sejak itu meskipun tidak diputuskan seluruhnya hanya dapat dilakukan serba sedikit saja. Persia terpaksa terpencil dalam urusan politik dan agamanya mencukupi kebutuhannya sendiri, yang akhirnya memiskinkan kehidupan rohani dan budaya mereka. Lebih-lebih pula waktu kekuatan politiknya mundur, orang suku Afghan dalam abad kedelapan belas melepaskan hubungan dan mendirikan suatu negara sunah merdeka.
Di Afrika Barat Daya adanya perasaan kesukuan diantara kedua pihak, orang Arab dan Berber, menukarkan kegiatan kebudayaan. Aliran ortodoks dan tarekat Sufi, keduanya dipengaruhi pemujaan orang-orang suci, wali yang masih hidup setempat (”marabout”). Di Tunisia dan di beberapa kota lain, sebagian warisan kebudayaan Spanyol Arab tetap dilanjutkan, bahkan waktu Tunisia dan Aljazair merupakan wilayah bajak laut, setengah jajahan kerajaan Dinasti Osman. Di Maroko di bawah sultan-sultan (yang dapat menyelamatkan kedaulatannya hingga 1912), bahkan di Sahara Barat di bawah kepala suku-suku yang lebih kecil, pelajaran ahli sunah yang lazim dilanjutkan, dan diperkuat oleh pengaruh yang datang dari daerah Timur.
Di kepulauan Melayu sendiri, Islam telah beroleh tumpuan di Sumatera dan Jawa, oleh pedagang-pedagang dalam abad ketiga belas dan keempat belas. Agama Islam lambat laun membiak, sebagian hasil tindakan panglima militer, tetapi lebih cepat dengan jalan perembesan damai, khusus di Jawa. Dari Sumatera, Islam dibawa oleh para perantau ke Semenanjung Malaya; juga dari Pulau Jawa ke Maluku. Sejak itu agama tersebut mendapat kedudukan yang lebih kuat di seluruh kepulauan di bagian Timur hingga ke Pulau Sulu, Mindanao, dan Filipina.
Penyebaran Islam di Tiongkok hingga kini masih terselubung dalam kegelapan. Kelompok muslimin dalam jumlah agak besar, yang pertama menetap di sana –barangkali dalam zaman kerajaan Mongol– dalam abad ketiga belas dan keempat belas. Jumlahnya bertambah besar di bawah pemerintah Mancu, biarpun ada perasaan permusuhan setempat karena pemberontakan (kadang-kadang hebat) yang dilakukan oleh kaum muslimin. Tetapi, hingga kini tidak mungkin menaksirkan jumlahnya.
Hasil bersih dari perluasan selama tiga belas abad ialah Islam sekarang merupakan agama yang terutama dalam lingkungan daerah luas yang meliputi Afrika Utara, Asia Barat, hingga bukit Pamir, kemudian ke Timur meliputi Asia Tengah hingga
Tiongkok, dan ke Selatan ke Pakistan. Di India hanya tinggal sepersepuluh penduduk yang beragama Islam. Di Semenanjung Malaya, Islam unggul lagi melewati Indonesia hingga berakhir di Filipina. Di pantai Barat Lautan India, Islam memanjang ke selatan sebagai lajur yang sempit dari pantai Afrika hingga Zanzibar dan Tanganyika dengan beberapa kelompok hingga masuk ke Uni Afrika Selatan. Di Eropa, kelompok-kelompok muslimin terdapat di sebagian besar negara Balkan dan Rusia Selatan. Di Amerika Utara dan Amerika Selatan, Islam diwakili oleh kelompok imigran dari Timur Tengah.
Semua agama besar di dunia, maka Islam –sebelumnya perluasan kegiatan misi Kristen dalam abad kesembilan belas– meliputi jumlah bangsa yang terbanyak. Asal mulanya di tengah-tengah orang Arab dan bangsa Semit lain, kemudian Islam berkembang diantara orang Iran, Kaukasus, orang kulit putih Laut Tengah, Slavia, Turki, Tartar, Tionghoa, India, Indonesia, Bantu, dan Negro dari Afrika Barat. Jumlah terbesar sekarang ialah muslimin dari Pakistan dan India sebanyak 100.000.000.
Disusul oleh orang Melayu dan Indonesia sebanyak 70.000.000. Orang Arab dan bangsa-bangsa yang berbahasa Arab menyusul dekat dengan 20.000.000. Muslimin di Asia Barat, 24.000.000, Afghanistan kira-kira 12.000.000, dan Turki (walaupun Islam bukan agama resmi, masih tetap merupakan agama rakyat) 20.000.000. Jumlah masyarakat Islam di daerah Asia, Uni Sovyet, di Turkestan Tiongkok, dan di Tiongkok sendiri sukar ditaksir, tetapi jumlahnya sekurang-kurangnya 30.000.000. Jumlah muslimin di Afrika Negro dan Afrika Timur hanya dapat ditaksir dengan kasar 24.000.000. Akhirnya, kaum muslimin di Balkan dan di Rusia Selatan berjumlah kurang lebih 3.000.000. Oleh karena itu, Islam dapat menuntut memiliki penganut 350.000.000, atau kira-kira sepertujuh dari taksiran seluruh jumlah penduduk dunia
Islam di Amerika Serikat Tiap Hari Bertambah Satu Mualaf
”Alhamdulillah kondisi umat Islam di Amerika Serikat baik-baik saja. Umat Islam terus bertambah banyak di Amerika Serikat, baik sebelum maupun sebelum peristiwa 11 September,” kata Mohammad Kudaimi, angota Nawawi Fondation, sebuah lembaga pendidikan yang berbasis di Chicago, Amerika Serikat. Ia bertutur kepada Republika di sela-sela kunjungannya ke Pesantren Khusus Yatim As-Syafi’iyah, Jatiwaringin Bekasi, Jawa Barat, awal bulan ini.
Pria keturunan Syria yang sudah menetap di AS selama lebih dari 25 tahun itu kini menjadi warga negara AS. Lima tahun belakangan ini, ia aktif di yayasan itu. Mengutip sebuah koran yang terbit di AS, ia menyebut Islam merupakan agama yang paling cepat perkembangannya di Amerika Serikat. bahkan, ia sedikit meralat redaksional tulisan itu. ”Mestinya juga ditambahkan, setiap harinya di AS, selalu ada warga negara Amerika yang memeluk Islam,” ujarnya.
Apa yang diungkapkannya, kata dia, adalah fakta sesungguhnya yang terjadi di AS. Lembaganya turut membantu para mualaf mengikrarkan syahadat dan membantu mereka memahami Islam dengan lebih baik. Bagi Kudaimi, sulit untuk memahami fenomena kontradiktif ini.

Wednesday, 27 September 2017

Pentingnya Ilmu Menurut Agama Islam


Diangkat derajat oleh Allah SWT
“Allah mengangkat orang-orang beriman di antara kamu dan juga orang-orang yang dikaruniai ilmu pengetahuan hingga beberapa derajat.” ( al-Mujadalah : 11 )
Ilmu pengetahuan memang sangat penting. Bahkan, Allah SWT meninggikan derajat orang-orang yang berilmu. Bagaimana? Apakah kamu masih ragu untuk selalu menuntut ilmu. Sejatinya, menuntut ilmu tidak hanya di bangku sekolah formal saja. Namun, menuntut ilmu bisa dilakukan di mana saja seperti dari orang-orang di sekitarmu berdasarkan pengalaman mereka. Selagi masih ada di dunia ini, kita masih berkesempatan untuk selalu menambah wawasan dan ilmu pengetahuan baik mengenai ilmu agama maupun ilmu dunia.
Ilmu lebih penting dari harta benda
“Ilmu lebih utama daripada harta. Sebab ilmu warisan para nabi adapun harta adalah warisan Qorun, Firaun dan lainnya. Ilmu lebih utama dari harta karena ilmu itu menjaga kamu, kalau harta kamulah yang menjaganya.” (Ali bin Abi Thalib )
Kata kata bijak tentang ilmu pengetahuan ini memberitahukan kita bahwa ilmu sangat penting, bahkan lebih utama dibandingkan harta benda. Alasannya karena harta benda bisa habis, namun ilmu akan menjaga dirimu dan tak akan pernah habis meskipun diberikan kepada orang lain, justru ilmu pengetahuanmu akan semakin bertambah.
Perbanyaklah ilmu
“Bukanlah kebaikan itu dengan banyaknya harta dan anak, tetapi dengan banyaknya ilmu, besarnya kesabaran, mengungguli orang lain dalam ibadahnya, apabila berbuat kebaikan ia bersyukur dan bila berbuat salah (dosa) ia beristighfar kepada Allah. “(Ali bin Abi Thalib )
Ali bin Abi Thalib melalui kutipan kata kata bijak tentang ilmu pengetahuan menghimbau umat islam untuk memperbanyak ilmu. Untuk bisa hidup sejahtera di dunia ini, tidak hanya harta dan anak yang diutamakan, melainkan juga ilmu pengetahuan.
Cara meraih ilmu
“Engkau tak dapat meraih ilmu kecuali dengan enam hal yaitu cerdas, selalu ingin tahu, tabah, punya bekal dalam menuntut ilmu, bimbingan dari guru dan dalam waktu yang lama.”( Ali bin Abi Thalib )
Untuk meraih ilmu pengetahuan, ada trik jitu yang bisa kamu praktekan. Milikilah perasaan ingin tahu karena sifat ini bisa membawamu menjadi orang yang kaya akan wawasan dan ilmu pengetahuan. Kemudian, kamu butuh seorang guru pembimbing dalam menuntut ilmu. Siapa saja bisa menjadi guru pembimbingmu karena kamu bisa menambah ilmu dari siapa saja. Selanjutnya, menggapai ilmu itu tidak instan. Kamu butuh waktu yang tidak sebentar untuk menguasai beberapa ilmu pengetahuan.
Cari ilmu sebanyak-banyaknya
“Bantinglah otak untuk mencari ilmu sebanyak-banyaknya guna mencari rahasia besar yang terkandung di dalam benda besar yang bernama dunia ini, tetapi pasanglah pelita dalam hati sanubari, yaitu pelita kehidupan jiwa.” ( Al- Ghazali )
Tidak ada batasan waktu untuk menuntut ilmu. Oleh karena itu, manfaatkan waktumu untuk bisa mendapatkan ilmu sebanyak-banyaknya. Sesungguhnya orang yang memiliki ilmu pengetahuan dan wawasan yang tinggi akan membuat hidupnya lebih berguna.
Tuntutlah ilmu sebelum terlambat
”Hendaklah kamu semua mengusahakan ilmu pengetahuan itu sebelum dilenyapkan. Lenyapnya ilmu pengetahuan ialah dengan matinya orang-orang yang memberikan atau mengajarkannya. Seorang itu tidaklah dilahirkan langsung pandai, jadi ilmu pengetahuan itu pastilah harus dengan belajar.” ( Ibnu Mas’ud r.a )
Walaupun tak ada batasan waktu dalam menuntut ilmu, tapi kamu harus tahu bahwa sebaiknya menuntut ilmu secepat mungkin sebelum orang-orang yang berilmu pengetahuan lenyap dari muka bumi ini. Ya, para guru besar yang kaya akan ilmu pengetahuan bisa saja sewaktu-waktu pergi meninggalkan dunia ini.
Belajar dengan tekun tanpa rasa takut
“Belajar adalah sikap berani menantang segala ketidakmungkinan bahwa ilmu yang tak dikuasai akan menjelma di dalam diri manusia menjadi sebuah ketakutan, belajar dengan keras hanya bisa dilakukan oleh sesorang yang bukan penakut.“ ( Anwar Fuadi )
Jangan takut untuk belajar. Banyak orang memiliki sifat takut dalam menuntut ilmu terutama ilmu pengetahuan yang kelihatannya sulit. Jangan merasa minder atau rendah diri sebelum mencoba. Dengan kegigihan dan ketekunan, sesuatu yang sulit akan bisa dikuasai.
Hindari kebodohan
“Bencana akibat kebodohan adalah sebesar-besar musibah seorang manusia.” ( Al-Ghazali )
Kebodohan ialah hal yang paling menakutkan. Bahkan, ini dianggap sebagai bencana yang paling besar diantara bencana lainnya. Setiap orang pasti tidak ingin bodoh. Cara yang harus dilakukan untuk menghindari kebodohan ialah dengan terus menambah wawasan dan ilmu pengetahuan.
Hubungan antara agama dan ilmu pengetahuan
“Ilmu pengetahuan tanpa agama lumpuh, agama tanpa ilmu pengetahuan buta.” – Albert Einstein
Betapa pentingnya ilmu pengetahuan sehingga ada kaitannya dengan agama. Bahkan, orang yang beragama tanpa memiliki ilmu pengetahuan ibarat orang buta. Sedangkan orang yang memiliki ilmu pengetahuan dan wawasan tinggi apabila tidak beragama ia diibaratkan seperti orang yang lumpuh.
Betapa istimewanya orang yang berilmu
“Orang berilmu lebih utama daripada orang yang selalu berpuasa, shalat dan berjihad. Karena apabila mati orang berilmu, maka terdapatlah kekosongan dalam islam yang tidak dapat ditutup selain oleh penggantinya yaitu orang berilmu juga.” ( Umar bin Khattab )
Sesungguhnya orang yang berilmu sangat istimewa di hadapan Allah SWT. Bahkan, dia lebih mulia dibandingkan dengan orang yang sering melakukan ibadah puasa, shalat dan berjihad. Hal ini karena orang yang berilmu terutama ilmu agama sangat dibutuhkan oleh umat manusia. Semisal dia wafat, akan ada kekosongan apabila tidak digantikan oleh orang yang berilmu juga.
Amalkan ilmu pengetahuan dengan mempraktekannya
“Orang tidak mungkin mencapai tingkat muttaqien, apabila tidak berilmu, dan apa guna ilmu apabila tidak dibuktikan dalam perbuatan.” ( Abu Darda )
Meskipun memiliki ilmu pengetahuan yang banyak, apabila tidak digunakan maka akan sia-sia. Sebaiknya, manfaatkan dan amalkan ilmu yang kamu  miliki.
Cara membahagiakan seseorang dengan ilmu pengetahuan
“Agar dapat membahagiakan seseorang, isilah tangannya dengan kerja, hatinya dengan kasih sayang, pikirannya dengan tujuan, ingatannya dengan ilmu yang bermanfaat, masa depannya dengan harapan, dan perutnya dengan makanan.” – Frederick E. Crane
Kutipan kata kata bijak ini memberitahukan kita cara membahagiakan seseorang. Kamu harus membekalinya dengan ketrampilan dan ilmu pengetahuan sehingga hal ini akan sangat berguna demi masa depannya.
Pentingnya agama dan ilmu
“Agama dan ilmu ibarat bayi kembar yang berdempetan, dan memisahkan keduanya mengakibatkan keduanya mati. Maka, ilmu akan berkembang jika diwarnai dengan agama, dan agama akan kekal dan kokoh jika didukung oleh ilmu.” – Huxley
Huxley juga memiliki kutipan kata kata bijak tentang ilmu pengetahuan. Ia menggambarkan hubungan antara agama dan ilmu yang saling berkaitan satu sama lain, sehingga ia menyebutnya seperti bayi kembar yang berdempetan. Apabila ilmu dan agama itu terpisah, maka keduanya akan mati. Oleh karenanya, seseorang haruslah memiliki keduanya agar bisa menjalani kehidupan ini dengan lebih baik lagi.
Kehormatan manusia pada ilmu pengetahuannya
“Kehormatan manusia adalah pengetahuannya. Orang-orang bijak adalah suluh yang menerangi jalan setapak kebenaran. Di dalam pengetahuan terletak kesempatan manusia untuk keabadian. Sementara manusia bisa mati, kebijakan hidup abadi.” – Khalifah Saidina Ali bin Abu Thalib
Tahukah kamu di mana letak kehormatan manusia? Jawabannya ialah ada pada pengetahuannya. Marilah kita menuntut ilmu selagi masih hidup di dunia ini. Dengan ilmu yang kita miliki, kita bisa mengamalkannya sehingga bermanfaat untuk banyak orang.
Ilmu pengetahuan paling baik dari semua hal
“Dari semua hal, pengetahuan adalah yang paling baik, karena tidak kena tanggung jawab maupun tidak dapat dicuri, karena tidak dapat dibeli, dan tidak dapat dihancurkan.” – Hitopadesa
Mengamalkan ilmu pengetahuan
“Pengetahuan tidaklah cukup, kita harus mengamalkannya. Niat tidaklah cukup, kita harus melakukannya. “ – Johann Wolfgang von Goethe
Sangat dianjurkan untuk memiliki ilmu pengetahuan yang luas. Namun, ilmu pengetahuan yang digunakan untuk diri sendiri tidaklah cukup. Kamu harus mengamalkan ilmu tersebut demi kepentingan orang banyak.
Amal yang tak akan putus
Nabi shallallahu ‘alihi wasallam bersabda :
“Jika manusia meninggal dunia maka putuslah amalnya kecuali tiga hal; Shadaqah jariyah, ilmu yang diambil manfaat dan anak shalih yang mendoakannya.”  (HR. Muslim)
Bagaimana mungkin kita tidak ingin menjadi orang yang memiliki ilmu dan wawasan yang luas. Kamu akan mendapatkan pahala yang tak terputus saat kamu sudah meninggal apabila memiliki ilmu pengetahuan dan mengamalkannya.

Raih ilmu dengan tenang dan sabar
“Raihlah ilmu, dan untuk meraih ilmu belajarlah untuk tenang dan sabar.” ~ Khalifah ‘Umar
Memang tak mudah meraih ilmu pengetahuan. Kamu harus melakukannya dengan penuh kesabaran dan ketenangan. Ini seperti yang disampaikan oleh Khalifah umar. Jangan mudah putus asa ketika menuntut ilmu. Apapun rintangannya, kamu harus terus melangkah.
Tentang ilmu pengetahuan dan kebenaran
“Ilmu ada hanya untuk menemukan dan menyampaikan kebenaran.“ – Robert Maynard Hutchins
Manfaat ilmu sangat besar. Namun, yang paling utama ialah untuk menyampaikan kebenaran. Kebenaran bisa ditegakkan apabila di dunia ini banyak orang yang berilmu. Sebaliknya, apabila banyak orang tak berilmu maka kebenaran tidak bisa ditegakkan lalu banyak kedzoliman terjadi di mana-mana.
Belajar ilmu pengetahuan dan memperkaya hati
“Belajar tentang pikiran dan ilmu pengetahuan, tanpa belajar untuk memperkaya hati sama dengan tak belajar apa-apa.” – Aristoteles
Kata kata bijak tentang ilmu pengetahuan ini mengajarkan kita untuk seimbang dalam memperbanyak ilmu pengetahuan dan memperkaya hati. Jika kamu hanya belajar ilmu pengetahuan saja, itu sama artinya dengan sia-sia.
Tempat untuk mencari ilmu pengetahuan
“Perpustakaan adalah tempat untuk memenuhi dahaga ilmu pengetahuan.” – Abdurrahman Wahid
Perpustakaan memiliki banyak koleksi buku-buku yang bisa menambah wawasan dan ilmu pengetahuan. Apabila kamu ingin memperbanyak ilmu pengetahuan, datanglah ke sana dan temukan buku mengenai informasi yang ingin kamu dapatkan.
Tujuan mendapatkan ilmu pengetahuan ialah menemukan kebenaran
“Ada satu hal yang tetap lebih penting bagi perkembangan ilmu pengetahuan melebihi metode-metode cemerlang, yakni kemauan keras untuk menemukan kebenaran, apa pun itu.” – Charles Sanders Pierce
Sebenarnya, tujuan mempelajari berbagai ilmu pengetahuan ialah untuk mencapai suatu kebenaran. Inilah yang mendasari berkembangnya ilmu pengetahuan. Karena tujuannya untuk mencapai kebenaran, maka banyak manfaat yang bisa dirasakan oleh setiap orang di dunia ini.
Percaya ilmu pengetahuan berdasarkan adanya kepastian
“Aku lebih mempercayai ilmu pengetahuan, akal. Setidak-tidaknya padanya ada kepastian-kepastian yang bisa dipegang.” – Pramoedya Ananta Toer
Kebenaran selalu berlandaskan atas fakta dan penelitian yang telah dilakukan. Tentu saja, hal ini membuat kita semakin mantap ketika akan melakukan sesuatu. Berbeda dengan mitos. Mitos hanyalah kepercayaan yang belum teruji kebenarannya. Hal ini tentunya akan membuat kita merasa ragu.
Ilmu pengetahuan bisa membongkar kejahatan
“Gelapnya misteri kejahatan bisa dibongkar ilmu pengetahuan. Forensik dapat menjelaskan yang buram, mengangkat bukti-bukti yang karam.” – Najwa Shihab
Kata kata bijak di atas menggambarkan betapa dahsyatnya manfaat ilmu pengetahuan. Hal ini karena ilmu bisa bermanfaat untuk membongkar suatu kejahatan. Di saat ini banyak misteri yang bisa dibongkar dengan memanfaatkan ilmu pengetahuan seperti kasus pencurian dan pembunuhan. Polisi bekerja sama dengan para ilmuwan untuk membongkar kasus demi kasus. Bahkan, untuk mencegah tindak kriminal, saat ini banyak rumah dan toko yang dilengkapi dengan cctv sehingga bisa mengawasi siapa saja yang akan berbuat kejahatan.
Misterius dari ilmu pengetahuan
“Hal yang paling indah yang dapat kita alami adalah kemisteriusan. Ini adalah sumber semua seni nyata dan ilmu pengetahuan.” – Albert Einstein
Kemisteriusan ialah hal yang paling penting karena bisa mendorong seseorang untuk mempelajari ilmu pengetahuan lebih keras dan lebih tekun.
Ilmu ada di mana-mana
“Ilmu itu ada dimana-mana, pengetahuan dimana-mana tersebar, kalau kita bersedia membaca, dan bersedia mendengar.” – Felix Siauw
Kata kata bijak dari Felix Siauw ini mengandung makna bahwa sesungguhnya, mencari ilmu pengetahuan itu tidak sulit karena tersebar di mana-mana. Kamu bisa memperoleh wawasan dan ilmu pengetahuan dari lingkungan sekitar asalkan mau membaca dan mendengar. Ya, membaca berbagai sumber buku, internet, Koran atau yang lainnya. Selain itu, kamu bisa mendengarkan cerita dari pengalaman seseorang tentang suatu hal. Atau apabila kamu ingin mencari ilmu agama, kamu bisa datang ke majlis tertentu dan mendengarkan ceramah dari ustadz atau ustadzah.
Makanan bagi jiwa
“Ilmu pengetahuan adalah makanan bagi jiwa.” – Plato
Orang yang hidup tanpa ilmu pengetahuan akan hampa. Itulah mengapa Plato mengibaratkan ilmu sebagai makanan jiwa. Dengan ilmu pengetahuan, kamu akan semakin tahu dan mengerti ke mana langkahmu akan beranjak. Selain itu, ilmu pengetahuan akan membawamu kepada kesuksesan dunia dan akhirat.
Kuasai ilmu pengetahuan untuk kekuatan negeri
“Kekuatan suatu negeri sama sekali tidak terletak pada besar atau kecilnya jumlah penduduk dan luas – sempitnya negerinya, tetapi pada nilainya dalam menguasai ilmu pengetahuan.” – Pramoedya Ananta Toer
Manfaat ilmu pengetahuan sangat besar karena bisa melambangkan kekuatan suatu negara. Bangsa yang maju ialah bangsa yang memiliki penduduk dengan sumber daya manusia yang hebat. Sumber daya manusia bisa terbentuk karena adanya kemauan untuk mempelajari ilmu pengetahuan sampai setinggi-tingginya.
Demikianlah kumpulan kata kata bijak tentang ilmu pengetahuan. Setelah membacanya, diharapkan kamu mengerti manfaat ilmu pengetahuan sehingga kamu bersemangat untuk terus menuntut ilmu sampai kapanpun karena tak ada batasan waktunya.
(Ika Pratiwi)